Sabtu, 04 Mei 2013

PERILAKU PRODUSEN


PERILAKU PRODUSEN

Pengertian Produksi adalah suatu kegiatan atau proses menghasilkan barang dan jasa. Orang yang menghasilkan barang dan jasa disebut Produsen atau yang biasa kita sebut pengusaha. Produksi juga memiliki fungsi, fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi roti. Dalam fungsi produksi, roti itu bisa diproduksi dengan berbagai macam rasa. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain.
Sadar atau tidak, produsen sangat berpengaruh terhadap masyarakat karena produsen yang menyediakan sebagian dari kebutuhan kita. Namun, produsen tidak asal menyediakan keperluan masyarakat. Dalam memproduksi barang yang akan disalurkan, produsen juga memiliki tahap-tahap yang harus dijalankan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, para produsen juga harus jujur dalam pembuatan produksinya maupun dalam penjualan produksinya agar masyarakat dapat tetap percaya kepada produsen yang bersangkutan.
Perilaku Produsen Dalam Kegiatan Perekonomian
Bagi Masyarakat
Manfaat yang diberikan oleh tanggung jawab sosial produsen kepada masyarakat adalah beberapa kepentingan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Manfaat bagi masyarakat dari tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan sangatlah jelas. Selain beberapa kepentingan masyarakatdiperhatikan oleh perusahaan, masyarakat juga akan mendapatkan pandanganbaru mengenai hubungan perusahaan dengan masyarakat. Hubunganmasyarakat dan dunia bisnis tidak lagi dipahami sebagai hubungan antara pihak yang mengeksploitasi dan pihak yang tereksploitasi, tetapi hubungan kemitraan dalam membangun masyarakat dan lingkungan yang lebih baik.


Bagi Pemerintah
Pemerintah sebagai pihak yang bertugas mengubah tatanan masyarakat kearah yang lebih baik akan mendapat partner untuk menjalankan sebagian tugas pemerintah dalam mewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Dalam hal ini adalah perusahaan atau organisasi bisnis.
Pemerintah sebagai pihak yang mempunyai legitimasi untuk mengubahtatanan masyarakat ke arah yang lebih baik akan mendapatkan partner dalammewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Sebagian tugas pemerintah dapatdijalankan oleh anggota masyarakat, dalam hal ini perusahaan atau organisasi .
Strategi Dalam Teori Perilaku Produsen
1.      Pengorganisasian
Produsen harus dapat mengatur keseluruhan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pengorganisasian ini, rencana di lakukan dalam sebuah pembagian kerja yang terdapat kejelasan tentang bagaimana tujuan dan rencaana akan dilaksanakan, dikoorninasikan dan dikomunikasikan.
Produsen harus dapat mengalokasikan keseluruhan sumberdaya yang ada (dimiliki) oleh perusahaan untuk mencapai tujuandan rencana perusahaan yang telah ditetapkan. Dalam peng-organisasian ini, rencana dan tujuan perusahaan diturunkan dalamsebuah pembagian kerja yang terdapat kejelasan tentang bagaimanarencana dan tujuan perusahaan akan dilaksanakan, dikoordinasikan ,dan dikomunikasikan.
2.      Pengarahan
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana rencana yang telah tersusun dapat terlaksana. Agar rencana terwujud, maka pridusen harus membimbing anak buahnya.
Langkah berikutnya yang harus dilakukan produsen adalah bagaimana keseluruhan rencana yang telah diorganisir tersebut dapat diimplementasikan. Agar rencana terwujud, produsen wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.

3.      Pengendalian
Produsen harus tetap mengontrol apa yang tlah dilakukan. Karena ini bersangkutan dengan pencapaian tujuan. Walaupun semua rencana yang telah ditetapkan berjalan dengan lancar, belum tentu tujuan yang diinginkan terwujud dengan sendirinya. Maka dari itu diperlukan pengendalian dan pengawasan dari produsen atau pengusaha yang bersangkutan.
Produsen harus melakukan kontrol terhadap apa yang telah dilakukan.Hal ini terkait dengan pencapaian tujuan perusahaan. Karena, walaupunrencana yang sudah ada dapat diatur dan digerakkan dengan jitu tetapi belummenjamin bahwa tujuan akan tercapai dengan sendirinya.

Perilaku produsen yang merugikan masyarakat dan yang mengutamakan kepentingan masyarakat
Indonesia sebagai Negara agraris yang memiliki berbagai macam jenis beras, seperti beras merah, beras hitam dan beras putih dengan berbagai manfaat di dalam beras tersebut yang menjadikan masyarakat Indonesia kecanduan akan beras yang telah diolah (nasi), sehingga muncul istilah “kalau belum makan nasi artinya belum makan”. Karena itulah penjual beras di Indonesia bisa di bilang banyak, dengan berbagai jenis beras dari berbagai jenis merk,sehingga pengaruh terhadap kebutuhan pokok tinggi.
Sebagai negara yang mengkonsumsi beras tertinggi di dunia, kebutuhan masyarakat Indonesia akan beras sangatlah tinggi. Hal itu yang sering dimanfaatkan oleh produsen yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan lebih dengan cara curang, seperti kasus memutihkan beras dengan larutan Peroksida ( ). Produsen curang tersebut membeli beras dengan kualitas buruk lalu memutihkannya dan menyemprotkan aroma pandan sehingga terlihat seperti beras kualitas super. Lalu mereka juga memalsukan merk. Dan pada akhirnya masyarakatlah (konsumen) yang harus pintar pintar memilih beras ataupun barang yang akan di konsumsi.
SUMBER REFERENSI :


Nama                    :  Putri Citra Rahman
NPM                      :  15111639
Kelas                     :  2Ka 30

PENENTUAN HARGA, PERMINTAAN DAN PENAWARAN


PENENTUAN HARGA, PERMINTAAN DAN PENAWARAN

A. PERMINTAAN
Permintaan adalah sesuatu hal yang berupa barang atau jasa yang di minati oleh pembeli dengan berbagai tingkat harga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat social dalam pasar ekonomi.

Hukum Permintaan

Hukum permintaan adalah makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta. Adanya kenaikan permintaan menyebabkan kenaikan harga pada harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium. Penurunan permintaan akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium.
Saat ini handphone ber-OS Android sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin Android sudah dianggap kuno.
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, antara lain:
1. Permintaan Menurut Daya Beli
2. Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya
“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”
Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah.
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
Apabila ditinjau dari jumlah barang yang ditawarkan, penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1.  Penawaran Individu
     Penawaran individu adalah menawarkansejumlah barang yang akan dijual oleh seorang
2.  Penawaran Kolektif
     Penawaran kolektif disebut juga penawaran pasar. Penawaran kolektif adalah keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar.
1. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
2. Mempertahankan perusahaan.
3. Meraih ROI (Return on Investment).
4. Menguasai Pangsa Pasar
5. Mempertahankan status quo
a. sasaran perusahaan
b. tahapan produk dalamproduct life cycle (daur ulang suatu produk)
c. kondisi persaingan. 
Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.
Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.


Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan adalah :
1.       Perilaku Konsumen
2.        Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
3.       Pendapatan/Penghasilan konsumen
4.       Perkiraan harga dimasa depan
5.       Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
6.       Intensitas Kebutuhan Konsumen
Bila suatu barang atau jasa sangat dibutuhkan secara mendesak dan dirasakan pokoknya oleh konsumen, maka jumlah permintaan akan mengalami peningkatan.

Jenis Permintaan
Pada era yang modern saat ini semua teknologi dirancang sangat canggih guna membantu distributor dan produsen memenuhi permintaan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat di pasar ekonomi. Namun persaingan yang cukup sulit antara merk yang satu dengan merk yang lain membuat para produsen berlomba-lomba membuat terobosan yang lebih efisien, murah dan lengkap bagi konsumen mereka. Terkadang jumlah permintaan yang ditawarkan tidak sebanding dengan banyaknya modal yang mereka keluarkan.

B. PENAWARAN
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang akan di produksi atau ditawarkan pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu untuk dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi.
Hukum Penawaran :
Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Dalam Hukum Penawaran jumlah barang yang akan ditawarkan berbanding lurus dengan tingkat harga. Hukum Penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:

Faktor yang mempengaruhi Penawaran:
1.       Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
2.       Tujuan Perusahaan
3.       Pajak
4.       Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
5.       Prediksi / perkiraan harga di masa depan

Jenis Penawaran
     penjual ke konsumen secara langsung.
Teori penawaran dan permintaan dalam ilmu ekonomi menggambarkan hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari satu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas barang yang terjual di pasar. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas.

C.  PENENTUAN HARGA KESEIMBANGAN
Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.
Tujuan Penentuan Harga :
Pendekatan Dalam Penentuan Harga :
·         Pendekatan supply dan demand
·         Pendekatan yang berorientasi ke biaya
·         Pendekatan pasar

Ada berbagai strategi penentuan harga yang bisa digunakan. Pertimbangan-pertimbangan yang seringkali digunakan dalam strategi penentuan harga yang dipakai adalah :

Beberapa strategi yang bisa digunakan antara lain :
1.       Skimming pricing: penentuan harga tinggi saat produk pertama memasuki pasar.
2.       Penetraling pricing: penentuan harga rendah untuk menembus pasar dan mendapatkan pangsa pasar baru.
3.       Odd pricing: penentuan harga dengan mengurangi sedikit dari jumlah tertentu (misal: Rp 9.995)
4.       Follow the leader pricing: penentuan harga didasarkan pada harga yang ditentukan pemimpin pasar.
5.       Price Lining: penentuan harga yang berbeda unutk tiap model produk yang berbeda dan jenis produk tertentu
6.       Relative Pricing: penentuan harga yang bisa jadi lebih besar, sama, atau lebih kecil dari pesaing.
7.       Psychological pricing: praktek pemasaran didasarkan pada teori bahwa harga tertentu memiliki dampak psikologis.
8.       Multiple unit pricing: Akan mendapatkan harga lebih murah jika membeli dalam jumlah besar.
9.       Leader Pricing : Menjual barang yang menarik di bawah harga pasar
10.   Price discount: pemotongan berdasarkan persentase dari harga yang telah ditetapkan.

Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

Penentuan Harga Keseimbangan (Eqilibrium Price)


SUMBER REFERENSI  : 
http://ekhafr.blogspot.com/2012/03/penentuan-harga-permintaan-dan.html

Nama                    :  Putri Citra Rahman
NPM                      :  15111639
Kelas                     :  2Ka 30

Selasa, 08 Januari 2013

Tanggungjawab Dan Lingkungan Organisasi 3


Secara umum ada beberapa alasan suatu perusahaan harus mengubah konsep manajemen kinerja dari domestik ke konsep manaje­men kinerja yang berskala internasional, yaitu:
a.       Perusahaan harus terus mempertahankan posisinya di pasar.
b.      Produk perusahaan telah dikenal dan memiliki pangsa pasar yang jelas terutama di pasar domestik.
c.       Perusahaan saat ini telah memiliki pengalaman (experience)dan tenaga ahli yang siap untuk bekerja secara maksimal kapan saja.
d.      Perusahaan memiliki tanggungjawab nasionalisme untuk mewujud­kan suatu perusahaan nasional yang memiliki daya saing ditingkat internasional.
e. Harus diakui secara jujur kemajuan teknologi informasi (information

technology) dewasa ini telah membawa pengaruh luas bagi kemajuan.

Kebutuhan akan sistem manajemen kinerja baru merupakan bentuk kebijakan perusahaan untuk mengakomodir dampak perubahan informasi dan teknologi yang begitu cepat. Dimana dampak perubahan itu semua telah menggeser konsep yang selama ini telah diterapkan dan dipakai sebagai acuan, oleh karena itu sebaiknya sebuah perusahaan dalam era globalisasi ini memikirkan secara serius tentang bagaimana menerapkan konsep manajemen kinerja yang lebih aspiratif. Aspiratif di sini artinya aspiratif secara internal dan eksternal.
Untuk membuat pemahaman kita menjadi lebih dalam tentang multinational corporationmaka perlu kita pahami ciri-ciri dari perusahaan tersebut. Menurut Sondang P. Siagian ciri-ciri umum perusahaan multinasional adalah :
a.       Beroperasi di seluruh bagian dunia;
b.      Memperkerjakan banyak karyawan, baik asing maupun tenaga kerja lokal;
c.       Menghasilkan barang dan jasa yang beraneka ragam;
d.      Menggunakan teknologi canggih dalam menjalankan roda peru­sahaan;
e.       Modal kerja yang sangat besar;
f.       Penerimaan perusahaan adakalanya lebih besar dari anggaran belanja negara tempat perusahaan beroperasi.

Tanggungjawab Dan Lingkungan Organisasi 2


2.         2.  Lingkungan Organisasi dan Globalisasi
Adapun pengertian bisnis internasional, Ricky W. Griffinmengatakan "Bisnis Internasional [international business)adalah perusahaan yang pada dasarnya berpusat di satu negara akan tetapi memperoleh sebagian besar sumberdaya dan pendapatan (atau keduanya) dari negara lain".
Saat ini negara berkembang menjadi sasaran yang paling empuk untuk dimasuki oleh perusahaan-perusa­haan asing atau yang sering disebut dengan perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional (multinational corporation).Perusahaan multi­nasional ini terbentuk karena faktor perkembangan bisnis internasional yang begitu tinggi pada era sekarang ini. Contoh perusahaan multinational adalah Chevron, Exxon, Freeport, Microsoft, Walt Disney, dan lain sebagainya.
Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang memiliki kantor pusat (head office) di negara induknya dan memiliki kantor cabang (brand office) pemasaran serta pabrik diberbagai negara, artinya perusahaan tersebut mengambil bahan baku pada negara dimana ia melihat potensi bahan baku tersebut tersedia dan serta memasarkan produknya di negara yang bersangkutan dan juga ke negara lain. Salah satu contohnya adalah perusahaan Mercedes Benz yang pabriknya ada di Bogor, Indonesia.
Ada beberapa alasan mengapa multinational corporation atau MNCs mengambil keputusan untuk membuka kantor pemasaran dan pabrik di negara lain, yaitu:
a.      Perhitungan biaya (cost) yang jauh lebih murah dari pada ia mem­produksi di negaranya dan selanjutnya mengirim dan menjual di negara tersebut.
b.      Perusahaan bisa memproduksi sesuai dengan jumlah pesanan
c.       Perusahaan telah mampu memberi kesempatan kepada pihak pribumi untuk belajar dan menggali ilmu secara lebih efektif tanpa harus datang ke negara asal.
d.      Perusahaan telah mampu menurunkan angka pengangguran, karena banyak masyarakat yang tertampung untuk bekerja.
e.       Pemerintah yang berkuasa dapat terus mengkampanyekan negara­nya sebagai tempat yang baik untuk salah satu tujuan investasi bagi bisnis internasional.



Soal Organisasi Esay

ESSAY !!


4.  Organisasi dapat diartikan sebagai wadah dan sebagai proses. Jelaskan dengan singkat !
Jawab :
Organisasi sebagai  :
·         Wadah  :  Sekelompok manusia untuk saling bekerja sama
·         Proses  :  Pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien

5.  Apa yang dimaksud dengan kegiatan manajemen pengorganisasian ?
Jawab  : 
Yaitu proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit – unit kerja dan fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.

6.  Jelaskan hubungan timbale balik antara manajemen, organisasi dan tata kerja !
Jawab  :
·         Manajemen       :  Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia
·         Organisasi           :  Alat bagi pencapaian tujuan tersebut bagi pengelompokkan kerja sama
·         Tata Kerja            :  Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tercapai tujuan secara efisien