Senin, 24 Maret 2014

Pengertian Serta Perbedaan Antara Kutipan Dan Catatan Kaki

KUTIPAN


Kutipan merupakan pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal, baik terdapat dalam buku, surat kabar, majalah, atau media elektronika.

Fungsinya sebagai bukti atau memperkuat pendapat penulis. Bedanya dengan jiplakan, kalau jiplakan, mengambil pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya sehingga dianggapnya pendapat diri sendiri. Penjiplak sering disebut juga plagiator.


CARA PENGGUNAAN KUTIPAN


Berikut ini beberapa cara teknik pencantuman sumber kutipan. Penulis bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. Teknik tersebut adalah:

1. Cukup ditulis nama penulis, tahun penerbitan, dan halamannya.
  • Kutipan langsung. Misalnya: "Perilaku seks adalah segala tingkahlaku yang didorong oleh hasrat seksual". (Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, 1994 : 137).
  • Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. Sarlito Wirawan Sarwono (1994 : 137) berpendapat bahwa, perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang dirorong oleh hasrat seksual.

2. Cukup dinulis nama penulis, penerbit dan tahun penerbitan.
  • Kutipan langsung. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. Sarlito Wirawan Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: "Perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual".
  • Kutipan tidak langsung. Misalnya: Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. (Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, Raja Grafindo Persada :1994).

3. Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya.
  • Kutipan langsung. Misalnya : Dr. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat: "Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual."
  • Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual.


CATATAN KAKI


Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karanganilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan.

Jenis-Jenis Catatan Kaki
A. Ibid.(Singkatan dari Ibidium, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.

B. Op.cit. (singkatan dari opera citati, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber yang lain. Urutannya : nama pengarang, op.cit., nomor halaman.

C. Lo.cit. (Singkatan dari loco citati, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit. nomor halaman


CARA PENGGUNAAN CATATAN KAKI

1. Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.

2. Catatan kaki diketik berspasi satu.

3. Diberi nomor.

4. Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.

5. Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).

6. Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.

7. Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.

8. Keterangan yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.

9. Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.

10. Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.

11. Jika keterangan seperti op.cit. tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.

12. Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.


Perbedaan kutipan dan catatan kaki

1. Biasanya kutipan digunakan untuk, mengemukakan definisi atau pengertian istilah atau konsep tertentu, menguraikan suatu rumus atau formula dan mengemukakan pendirian atau pendapat seseorang.

2. Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain.

3. Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggurakan angka Arab (1, 2 dan seterusnya) di belakang bagian yang diberi catatan kaki, agak ke atas sedikit tanpa memberikan tanda baca apapun. Nomor itu dapat berurut untuk setiap halaman, setiap bab, atau seluruh tulisan. Sedangkan pada kutipan tidak dicantumkan nomor kutipannya hanya mencantumkan nama tokoh atau pendapat yang di kutip.

4. Sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi. Sedangkan kutipan biasanya digunakan untuk penulisan suatu karya ilmiah.


Contoh Catatan Kaki :
Catatan Kaki 1:

Catatan Kaki 2:

Catatan Kaki 3:

Contoh Kutipan :
Kutipan 1:

Kutipan 2:

Kutipan 3:

Sumber Referensi :

Senin, 21 Oktober 2013

Mengkomparasikan Catatan Kaki, Kutipan dan Daftar Pustaka Dari 3 Buku

BAB III

3.1 Kesimpulan
Dari ketiga sumber referensi buku disimpulkan bahwa buku yang paling baik dari segi ragam bahasa, penulisan, kutipan dan catatan kaki yang disajikan penulis terdapat pada buku ketiga dengan judul Zaman Gemblung. Kompleksitas jalan cerita dan kutipan-kutipan yang beragam membuat buku tersebut mudah dipahami dan memperluas pengetahuan pembaca akan serapan kata-kata asing yang terkandung didalamnya.

3.2 Saran

Semua buku baiknya mencantumkan daftar pustaka agar pembaca mengetahui sumber kutipan-kutipan yang disajikan penulis dalam cerita. Penggunaan bahasa juga harus diperhatikan. Hindari bahasa-bahasa yang mengandung konotasi negative serta perhatikan struktur kerangka penulisan agar alur cerita mudah dipahami pembaca.

Minggu, 20 Oktober 2013

Jagung Untuk Kemandirian Bangsa



Arifin Noor Sugiharto bukan sekedar petani jagung biasa, dia merupakan seorang peneliti jagung dan Dosen Fakultas Pertanian dan Ketua Laboratoruim Bioteknologi Budidaya Pertanian Universitas Brawijaya. Dedikasinya yang tinggi dalam dunia pertanian membuatnya mendapat gelar Master dan Doktor dari Universitas Kyushu, Jepang. Prestasi yang pernah ia lakukan adalah penemuan 6 varietas jagung unggul yang telah ia daftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian. Diantaranya varietas A2, B2, BIA3, KA11, KG1 dan JM POP4.
Semua penemuan varietas yang ia temukan memiliki keunggulan rasa yang lebih manis serta tahan penyakit  dan hama tanaman. Rencananya ia akan mendaftarkan 2 varietas jagung lagi yang baru-baru ini ia teliti yaitu varietas jagung ungu dan jagung ketan. Pada jagung ketan itu, kandungan senyawa yang merupakan salah satu penyusun pati hampir menyamai kandungan yang terdapat pada beras ketan, yaitu 93%. Jagung ketan juga sangat bermanfaat bagi peternakan sapi, karena bisa meningkatkan produksi susu sekitar 7%.
Motivasinya melakukan penelitian dan penemuan-penemuan baru terhadap varietas jagung karena mahalnya harga benih jagung dipasaran yang memberatkan para petani lokal. Benih jagung biasa dibeli petani dengan harga Rp 50.000/kg, sedangkan benih jagung manis termurah dibandrol dengan harga Rp 250.000 – 1.000.000/kg. Harga benih ini jelas mencekik para petani lokal. Padahal jika dilihat dari segi geografis, Jatim merupakan sentra benih unggul. Bahkan untuk benih jagung, Jatim mendominasi produksi Nasional. Hal ini disebabkan karena industri benih dikuasai oleh Perusahaan multinasional. Belum lagi serbuan jagung import yang mengurangi produktivitas jagung lokal.
Dampak positif dari hasil penelitiannya, kini petani mendapatkan kepastian harga dan keuntungan yang di dapat bisa lebih dari 200% jika dibandingkan menanam jagung secara mandiri. Varietas yang dihasilkan antara lain memiliki umur panen di daerah dingin 90 hari dan di daerah panas 85 hari. Dengan potensi hasil panen sekitar 14-16 ton per ha.
Kini penelitiannya di pusatkan pada varietas jagung ketan dan jagung ungu. Jagung ungu di taksir memiliki kandungan antosianin cukup tinggi dan baik untuk penderita kardiovaskular.

Sumber Referensi  :  Koran Media Indonesia (Jumat, 11 Oktober 2013)

Penggunaan Bahasa Indonesia



Faktor – faktor yang mempengaruhi sempurna atau tidaknya sebuah tulisan :
  1. Ragam Bahasa
  2. Ejaan
  3. Diksi
  4. Kalimat
  5. Alinea & Pembangunya
  6. Kerangka Karangan
  7. Kutipan & Catatan kaki
  8. Abstraksi & Daftar Pustaka
Dari Segi Naratif :
Tujuan dari adanya faktor-faktor penentu diatas adalah supaya kita mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Baik secara lisan dan tulisan sebagai sarana penyampaian gagasan ilmiah.
Namun pada penerapannya tidak semua factor diatas mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia yang baik bagi masyarakat. Budaya globalisasi yang marak di lingkungan sekitar mendorong masyarakatnya untuk berbicara dan berperilaku sesuai dengan trend mode saat ini.
Ragam bahasa yang sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) kini jarang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Karena bahasa yang menggunakan EYD dianggap kuno dan ketinggalan jaman khususnya bagi masyarakat remaja saat ini. Cara penyampaian gagasan ilmiah yang tepat agar dapat dicerna masyarakat di era modern ini tidak lagi diperlukan pidato-pidato resmi. Mereka lebih tertarik pada ajakan-ajakan yang bersifat persuasifedengan menggunakan pendekatan yang mudah mereka pahami seperti seminar atau penyuluhan.
Selain cara penggunaan bahasa Indonesia secara lisan, ada juga penyampaian gagasan atau pemikiran-pemikiran dengan menggunakan tulisan. Dengan menggunakan media ini masih banyak para penulis dilingkungan masyarakat yang memperhatikan faktor-faktor penentu diatas sebagai acuan mereka dalam pembuatan sebuah karya dalam bentuk tulisan. Baik itu karya ilmiah, artikel atau karangan fiksi. Karena karya yang baik ditentukan dari pemilihan bahasa, struktur penulisan, ejaan dan pemilihan kalimat yang tepat agar pembaca dapat mengerti isi dari karangan yang telah ditulis oleh penulis.
Kutipan dan catatan kaki juga diperlukan sebagai bahan referensi pembaca dan menambah pengetahuan pembaca mengenai kata-kata asing yang baru mereka ketahui. Jadi tidak semua cara penyampaian gagasan atau pemikiran menggunakan ragam bahasa yang kaku dan resmi. Semua itu bergantung pada objek atau sasaran utama yang akan kita sampaikan. Walaupun ragam bahasa itu tidak semuanya mengarah pada penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun alangkah baiknya jika kita menyampaikan idea tau gagasan kita menggunakan pendekatan yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Jumat, 21 Juni 2013

Perilaku Konsumen Terhadap Suatu Produk

A.     PERILAKU KONSUMEN TERHADAP SUATU PRODUK

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi dan membuang suatu barang atau jasa, termasuk keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan-tindakan tersebut.

Jadi, bisa dibilang perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.

5 cara mempertahankan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
1        1.   Berikan perhatian mengenai barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen

     Sebagian besar pelaku pasar hanya fokus terhadap penawaran yang akan mereka sampaikan, tanpa memperhatikan keinginan konsumen. Kesalahan inilah yang sering membuat para konsumen melakukan penolakan secara langsung terhadap para sales, sebab mereka menganggap para sales hanya akan berpromosi menawarkan sebuah barang. Karenanya untuk menciptakan kepuasan konsumen, berikan perhatian khusus kepada para konsumen baik sebelum terjadi transaksi pembelian maupun pasca pembelian.

  1. Ciptakan sebuah hubungan yang saling menguntungkan
         Dalam memasarkan sebuah produk, tak jarang para pelaku pasar atau pedagang lebih mendominasi komunikasi yang terbangun. Mereka memposisikan para konsumen sebagai pendengar, dan pemasar sebagai narasumber utamanya. Strategi pemasaran seperti ini tentunya terbilang kuno, sebab sekarang ini para konsumen sudah mulai cerdas dan bisa menentukan produk-produk unggulan yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Oleh sebab itu, pastikan hubungan yang terbangun antara konsumen dan pelaku pasar bisa seimbang dan saling menguntungkan.

3.                3. Lakukan follow up pasca penjualan

         Untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, ada baiknya Anda mencatat semua customer yang pernah membeli produk Anda dan mencoba melakukan follow up ulang pasca pembelian pertama. Meskipun cara ini sangatlah mudah, namun sampai hari ini belum semua pelaku usaha melakukannya. Biasanya mereka kurang peduli dengan prospek yang sudah dimiliki, dan cenderung mencari sasaran (konsumen baru) dibandingkan harus mem-follow up ulang konsumen-konsumen yang pernah melakukan pembelian di perusahaan mereka.

4.               4.  Tawarkan program menarik untuk menjaga loyalitas konsumen

         Seperti halnya mall-mall besar maupun pusat perbelanjaan di kota-kota besar yang biasanya menawarkan program premium atau kartu keanggotaan untuk menjaga loyalitas para pelanggan. Anda pun juga bisa mencoba program tersebut untukmembangun loyalitas konsumen. Mulailah dengan menawarkan sebuah keanggotaan atau member khusus yang akan memberikan banyak keuntungan bagi para pelanggan setia Anda. Misalnya saja menawarkan diskon khusus bagi para konsumen yang memiliki kartu keanggotaan, atau menawarkan bonus tertentu bagi para member yang berbelanja cukup banyak di perusahaan Anda.

5.                5.  Berikan keuntungan bagi pelanggan setia Anda

            Selain menawarkan program menarik untuk menjaga loyalitas konsumen, Anda juga bisa menjalin kerjasama dengan para pelanggan setia Anda. Tawarkan peluang bisnis bagi para konsumen yang bisa memberikan untung besar bagi mereka dan sekaligus bisa membantu Anda dalam meningkatkan pemasaran produk. Contohnya saja dengan membuka program reseller untuk para konsumen yang tertarik memasarkan produk Anda. Strategi ini tidak hanya menguntungkan para reseller, namun juga mendorong para pelanggan untuk melakukan pembelian berulang-ulang.

Pilihan konsumen terhadap suatu barang mungkin ada pengaruh juga dari cara bagaimana membelanjakan atau menyimpan budget yang ada, dan memilih waktu yang tepat untuk membelanjakannya. Konsumen juga memutuskan secara terperinci mengenai produk apa yang sebenarnya ingin dibeli.

Mengapa seseorang membeli produk tertentu, mungkin berhubungan dengan motivasi seorang konsumen. Motivasi yang menggerakan konsumen untuk membeli produk tersebut, mungkin dari diskon yang ditawarkan, atau dari harga yang murah, dan bisa juga dari produk yang langka, sehingga hal dari hal tersebutlah membuat konsumen ingin membeli suatu produk tertentu.

Lalu ada sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit untuk diajak berpikir jangka panjang, salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba instant. Mungkin hal ini dapat dilihat dari membeli produk yang kelihatannya menarik tanpa perencanaan sebelumnya.


Sumber Referensi :
Anthie. 25 November 2010. Persepsi Konsumen Terhadap Suatu Produk. URL :http://anthie-beauty.blogspot.com
http://bisnisukm.com/5-cara-mempertahankan-kepuasan-dan-loyalitas-pelanggan.html