Rabu, 05 November 2014

Inilah alasan pengguna ponsel pindah provider

Sebanyak 22 persen pelanggan seluler di Indonesia menyatakan niatnya untuk pindah operator telekomunikasi dalam waktu 12 bulan ke depan, menurut sebuah survei yang dilakukan Ovum untuk Tektronix Communications. Layanan pelanggan (customer service) yang buruk menjadi alasan utamanya.

Pengguna ponsel di Indonesia sangat mementingkan kecepatan petugas dalam memecahkan masalah, kemudian diikuti dengan seberapa cepat konsumen dapat terhubung dengan petugas layanan pelanggan tersebut.

Lebih dari sepertiga (36 persen) pelanggan layanan seluler di Indonesia merasa bahwa layanan pelanggan yang buruk adalah alasan yang menjadi pertimbangan utama untuk berpindah operator, dengan lebih dari setengahnya (55 persen) menyatakan bahwa ini merupakan salah satu alasan yang dapat memengaruhi keputusan mereka. Responden penelitian ini berpendapat petugas haruslah memiliki pengetahuan teknis khusus tentang produk serta layanan yang ditawarkan untuk dapat menjawab semua pertanyaan.

Menurut Direktur Penjualan Tektronix Communications Asia Tenggara, Viraj Pradhan, perbaikan kecepatan jaringan tetap penting untuk meningkatkan kinerja. Namun, tantangan terbesar bagi operator seluler adalah memberi layanan pelanggan yang baik. Perusahaan seluler sejatinya harus menghubungkan struktur organisasi dan menyatukan kemampuan menyelesaikan masalah.

“Meskipun akhir-akhir ini operator berlomba-lomba meningkatkan investasi sumber daya manusia dan infrastruktur, layanan pelanggan tetap menjadi tantangan bagi para operator seluler,"  kata Pradhan.

Hasil survei Ovum untuk Tektronix Communications juga mengungkap tiga alasan utama mengapa pelanggan menghubungi petugas layanan pelanggan, yaitu; buruknya jangkauan sinyal (41 persen); buruknya kinerja layanan atau aplikasi (37 persen); dan dukungan teknis untuk perangkatmobile (30 persen).



Lebih dari setengah responden (55 persen) menilai bahwa fitur terpenting dalam dukungan untuk pelanggan adalah kemampuan terhubung dengan petugas secara langsung sepanjang 24 jam, 7 hari dalam sepekan.

Mereka ingin menghubungi petugas melalui telepon karena untuk mencari dukungan teknis (34 persen), lalu diikuti oleh memeriksa status pesanan mereka (27 persen). Selain itu, sebanyak 64 persen pelanggan akan menghubungi layanan pelanggan ketika kecepatan internet mobile mereka tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan operator seluler.

"Untuk dapat mempercepat pencarian serta penyelesaian masalah, operator harus menggabungkan data yang mereka miliki dengan aplikasi yang menghubungkan alur kerja bagian operasional jaringan seluler dengan perusahaan layanan pelanggan," ungkap Pradhan.

Tentang kanal komunikasi yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan kontrak ataupun pertanyaan seputar tagihan, responden Indonesia lebih memilih berhubungan melalui e-mail (22 persen), kemudian diikuti oleh berbicara langsung dengan petugas layanan pelanggan (18 persen), serta web chat & instant messaging (17 persen). Namun ketika pelanggan hanya ingin memeriksa jumlah tagihan, mereka lebih memilih kanal komunikasi melalui pesan singkat (30 persen) diikuti oleh email (20 persen).

Survei global yang digagas Ovum untuk Tektronix Communications, melibatkan 3.500 pelanggan seluler di seluruh wilayah EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), Amerika Serikat dan Asia Pasifik, untuk menggali bagaimana hubungan konsumen dengan operator seluler ternyata dipengaruhi oleh layanan pelanggan dan kepuasan konsumen.

Sumber :

http://tekno.kompas.com/read/2014/04/15/1243014/Ini.Pemicu.Pengguna.Ponsel.Indonesia.Pindah.Operator


Jaringan Wireless Dan Terminal

Wireless adalah proses mengirimkan informasi tanpa menggunakan perantara kabel. Penggunaan yang paling umum digunakan adalah penggunaan wifi dan Bluetooth pada pc atau perangkat mobile.

Jaringan wireless memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pemakaiannya. Kelebihan dari jaringan ini, yaitu :

1. Kebebasan dalam beraktifitas

2. Lebih mudah dalam proses instalasi

3. Area kerja yang lebih luas

Adapun kekurangan jaringan ini :                                              

1. Delay besar

2. Tata keamanan tidak terjaga

3. Biaya yang dikeluarkan lebih mahal

Cara Kerja Wireless

Cara kerja wireless sebenarnya cukup mudah dan sederhana. Cara kerja wireless ini dimungkinkan karena komputer memiliki built transreceiver seperti wakly-talky. Transreceiver yang disebut adapter wireless. Adaptor wireless melakukan sejumlah pekerjaan. Pertama, mendeteksi apakah ada jaringan wireless disekitar komputer melalui radio dan tuning menghubungkan penerima untuk mendeteksi setiap sinyal yang masuk. Setelah terdeteksi, untuk menghubungkannya melalui sign dan otentikasi pengguna. Apapun data yang dikirim dari komputer atau melalui laptop diubah melalui adaptor wireless, dari bentuk digital (0s dan 1s) menjadi sinyal radio (bentuk analog).



Konversi sinyal dari data digital kebentuk analog disebut ‘modulasi'. Sinyal data digital ditumpangkan pada gelombang radio analog. Beberapa cara kerja wireless yang berbeda untuk melakukan hal ini, sehingga bagian data digital lebih banyak dapat dibawa oleh gelombang radio analog. Teknik yang digunakan untuk modulasi menentukan kecepatan transfer data dari jaringan wireless. Selanjutnya sinyal radio yang disalurkan yang biasanya memiliki frekuensi lebih dari 2,4 Giga Hertz diterima oleh sebuah router wireless atau sebuah wireless adapter.

Sebuah router wireless adalah stasiun penerima dari jaringan wireless. Hal ini direkonversi dari sinyal data radio ke dalam bentuk digital oleh sinyal ‘demodulating' dan mengirimkannya melalui koneksi kabel Ethernet ke jalur super informasi yaitu internet. Cara kerja wireless selanjutnya adalah proses sebaliknya ketika menerima informasi pada komputer melalui jaringan wireless. Kali ini router menerima data digtal dari internet dan memodulasi kedalam bentuk analog. Kemudian antena adapter wireless menerima sinyal analog dimodulasi dan demodulates kembali kedalam bentuk digital dan ditransfer kedalam komputer.

Telematik Terminal

Telematika terminal yang mungkin termasuk fungsi komunikasi untuk berkomunikasi dengan server atau telematika dapat beroperasi dalam hubungannya dengan komunikasi mobile terminal, seperti telepon portable. secara umum, terminal telematika tidak memiliki perangkat layar, sehingga mereka dapat memberikan informasi gambar.

Dalam sistem komputer terdapat alat input dan alat output, Alat yang hanya berfungsi sebagai sebagai alat input dibagi menjadi alat input langsung dan tidak langsung. Suatu inputan yang dimasukkan langsung diproses oleh alat proses disebut dengan alat input langsung. Alat input tidak langsung pemrosesanya melalui media tertentu terlebih dahulu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses.

Contoh alat input tidak langsung berupa papan ketik yang biasa disebut dengan keybord, pointing device (misalnya mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet), scanner (misalnya magnetic ink character recognition, optical data reader atau optical character recognition reader), sensor , voice recognizer. Alat input tidak langsung contohnya keypunch yang dilakukan melalui media punched card, key- to-tape dan key-to-disk. Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, tidak hanya sebagai alat input tetapi juga berfungsi sebagai alat output sekaligus.Alat yang memiliki fungsi ganda itu disebut dengan terminal.



Sumber :

http://www.jaringankomputer.org/jaringan-komputer-nirkabel-cara-kerja-jaringan-wireless/

http://teknologi-wireless.blogspot.com/

http://resty-pumpfh.blogspot.com/2009/12/layanan-telematika.html

http://code86.wordpress.com/2009/11/19/layanan-interface-dan-fitur-fitur-telematika/


Jaringan Wireless Dan Terminal

Wireless adalah proses mengirimkan informasi tanpa menggunakan perantara kabel. Penggunaan yang paling umum digunakan adalah penggunaan wifi dan Bluetooth pada pc atau perangkat mobile.

Jaringan wireless memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pemakaiannya. Kelebihan dari jaringan ini, yaitu :

1. Kebebasan dalam beraktifitas

2. Lebih mudah dalam proses instalasi

3. Area kerja yang lebih luas

Adapun kekurangan jaringan ini :                                              

1. Delay besar

2. Tata keamanan tidak terjaga

3. Biaya yang dikeluarkan lebih mahal

Cara Kerja Wireless

Cara kerja wireless sebenarnya cukup mudah dan sederhana. Cara kerja wireless ini dimungkinkan karena komputer memiliki built transreceiver seperti wakly-talky. Transreceiver yang disebut adapter wireless. Adaptor wireless melakukan sejumlah pekerjaan. Pertama, mendeteksi apakah ada jaringan wireless disekitar komputer melalui radio dan tuning menghubungkan penerima untuk mendeteksi setiap sinyal yang masuk. Setelah terdeteksi, untuk menghubungkannya melalui sign dan otentikasi pengguna. Apapun data yang dikirim dari komputer atau melalui laptop diubah melalui adaptor wireless, dari bentuk digital (0s dan 1s) menjadi sinyal radio (bentuk analog).



Konversi sinyal dari data digital kebentuk analog disebut ‘modulasi'. Sinyal data digital ditumpangkan pada gelombang radio analog. Beberapa cara kerja wireless yang berbeda untuk melakukan hal ini, sehingga bagian data digital lebih banyak dapat dibawa oleh gelombang radio analog. Teknik yang digunakan untuk modulasi menentukan kecepatan transfer data dari jaringan wireless. Selanjutnya sinyal radio yang disalurkan yang biasanya memiliki frekuensi lebih dari 2,4 Giga Hertz diterima oleh sebuah router wireless atau sebuah wireless adapter.

Sebuah router wireless adalah stasiun penerima dari jaringan wireless. Hal ini direkonversi dari sinyal data radio ke dalam bentuk digital oleh sinyal ‘demodulating' dan mengirimkannya melalui koneksi kabel Ethernet ke jalur super informasi yaitu internet. Cara kerja wireless selanjutnya adalah proses sebaliknya ketika menerima informasi pada komputer melalui jaringan wireless. Kali ini router menerima data digtal dari internet dan memodulasi kedalam bentuk analog. Kemudian antena adapter wireless menerima sinyal analog dimodulasi dan demodulates kembali kedalam bentuk digital dan ditransfer kedalam komputer.

Telematik Terminal

Telematika terminal yang mungkin termasuk fungsi komunikasi untuk berkomunikasi dengan server atau telematika dapat beroperasi dalam hubungannya dengan komunikasi mobile terminal, seperti telepon portable. secara umum, terminal telematika tidak memiliki perangkat layar, sehingga mereka dapat memberikan informasi gambar.

Dalam sistem komputer terdapat alat input dan alat output, Alat yang hanya berfungsi sebagai sebagai alat input dibagi menjadi alat input langsung dan tidak langsung. Suatu inputan yang dimasukkan langsung diproses oleh alat proses disebut dengan alat input langsung. Alat input tidak langsung pemrosesanya melalui media tertentu terlebih dahulu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses.

Contoh alat input tidak langsung berupa papan ketik yang biasa disebut dengan keybord, pointing device (misalnya mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet), scanner (misalnya magnetic ink character recognition, optical data reader atau optical character recognition reader), sensor , voice recognizer. Alat input tidak langsung contohnya keypunch yang dilakukan melalui media punched card, key- to-tape dan key-to-disk. Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, tidak hanya sebagai alat input tetapi juga berfungsi sebagai alat output sekaligus.Alat yang memiliki fungsi ganda itu disebut dengan terminal.



Sumber :

http://www.jaringankomputer.org/jaringan-komputer-nirkabel-cara-kerja-jaringan-wireless/

http://teknologi-wireless.blogspot.com/

http://resty-pumpfh.blogspot.com/2009/12/layanan-telematika.html

http://code86.wordpress.com/2009/11/19/layanan-interface-dan-fitur-fitur-telematika/


Teknologi Mendatangkan Kesejahteraan

Banyak orang di Indonesia, seperti di banyak negara berkembang, memiliki akses terbatas ke sumber-sumber energi yang ekonomis dan nyaman digunakan. Untuk berbagai alasan, layanan energi yang disediakan oleh pemerintah atau sektor swasta sulit diakses oleh masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Kalaupun dapat diakses, masyarakat - terutama kaum miskin - dibebani oleh harga layanan yang mahal, membuat kondisi mereka bahkan semakin rentan secara ekonomi. Meskipun layanan energi berkelanjutan tidak akan mengatasi penyebab utama kemiskinan, ketersediaan energi terbatas akan menghalangi jalan mereka menuju kemakmuran.

Di banyak kebudayaan - terutama pada masyarakat miskin - perempuan dan anak-anak ditugaskan untuk memasak dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Mereka menjadi sangat bergantung pada bentuk bahan bakar fosil tradisional dan sumber daya alam seperti batu bara dan kayu bakar. Tugas mengumpulkan bahan bakar yang dilakukan rutin setiap hari tidak hanya memakan waktu, tetapi juga energi. Proses penggunaan bahan bakar tradisional membuat pengguna terpapar asap setiap hari, membuat mereka rentan terhadap infeksi saluran respiratorial dan penyakit mata.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di seluruh dunia, dan sebagai tindak lanjut KTT Dunia tentang Pembangunan Berkelanjutan, pemerintah Belanda membuat program pembangunan berkelanjutan yang menekankan hubungan antara kemiskinan dan energi. Salah satu tujuan utama dari program ini adalah menyediakan akses ke layanan energi untuk 10 juta orang (2 juta keluarga) melalui sarana energi terbarukan berkelanjutan, termasuk biogas.

Pada 25 tahun terakhir, biogas rumah telah diterima secara luas di Asia.Aplikasinya di Negara Nepal dan Vietnam diakui sebagai sebuah kesuksesan oleh negara-negara lain seperti Cina, India, dan negara-negara Asia lainnya yang juga menerapkan teknologi biogas.Keberhasilan program ini adalah karena pendekatannya yang berbasis pasar, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dan penekanan pada kontrol kualitas. Manfaat langsung dari program-program termasuk peningkatan status perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga mereka.

Pada tahun 2008, Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Indonesia, meminta Kedutaan Besar Belanda untuk mempelajari potensi biogas di Indonesia. Kedutaan kemudian menugaskan SNV untuk melakukan studi kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan potensi biogas di Indonesia bisa mencapai satu juta unit dan tingkat pengembalian keuangan menguntungkan (FIRR) untuk petani. Berdasarkan itu, Hivos - didukung oleh SNV - memulai program biogas di (maksimum) delapan provinsi di Indonesia, dengan pendekatan multi-pemangku kepentingan pengembangun-sektor.

Teknologi biogas membawa banyak manfaat, termasuk berkontribusinya terhadap pemberantasan kemiskinan dan penyediaan ketahanan pangan yang lebih besar. Pendekatan BIRU untuk program ini akan sangat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat setempat, membuka lapangan kerja baru, dan juga mempengaruhi ekonomi lokal. Meskipun Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) tidak secara spesifik menargetkan sektor energi, secara tidak langsung teknologi biogas tidak diragukan lagi memiliki dampak positif pada pemenuhan MDGs di negara-negara berkembang.


Minggu, 19 Oktober 2014

Arsitektur Telematika Dari Sisi Client Dan Server



Arsitektur merupakan sebuah desain dalam membuat sesuatu yang sudah direncanakan. Arsitektur telematika yaitu sebuah struktur desain yang secara logic dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

Pengertian telematika dari sisi client adalah proses berkomunikasi dengan mengirim permintaan layanan ke server, lalu server menterjemahkan pesan, kemudian berusaha memenuhi  permintaan. Client dan server bisa berjalan pada mesin yg sama atau berbeda, ditulis dalam berbagai bahasa dan menggunakan sistem operasi yang berbeda. Secara umum Client/Server adalah  arsitektur  jaringan  aplikasi  yang memisahkan  klien  dari server (umumnya GUI). Setiap satuan perangkat lunak klien berhubungan dengan perangkat  lunak server.

Client/server adalah arsitektur berskala dimana setiap komputer atau proses pada  jaringan berperan sebagai klien atau server. Piranti lunak server pada umumnya walaupun tidak selalu akan menjalankan  komputer  dengan  kekuatan  penuh  yang  secara  khusus  dan  ekslusif  menjalankan aplikasi bisnis. Sedangkan Piranti lunak Client pada umumnya berjalan pada PC/workstation biasa. Client  yang  paling  poluper  dan  digunakan  secara  luas  saat  ini  adalah web  browser  dimana berkomunikasi  dengan  web  server  melalui  internet  untuk  mendapatkan  dan  menampilkan  isi halaman web.

Arsitektur Client lebih kepada penyimpanan data pada browser (atau klien) sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi klien eksekusi, dan cookie adalah contoh dari sisi klien penyimpanan. Sedangkan server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien. Jenis-jenis layanan server diantaranya web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server. Kebanyakan web layanan ini juga jenis server.

Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah arsitektur client/server. Dengan arsitektur ini, query data ke server dapat terlayani dengan lebih cepat karena yang ditransfer bukanlah file, tetapi hanyalah hasil dari query tersebut. RPC (Remote Procedure Calls) memegang peranan penting pada arsitektur client/server.



Beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server :


1. Arsitektur Single-Tier

Definisi arsitektur single-tier, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, adalah bahwa semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Kelemahan dari jenis ini adalah keamanannya lebih rendah dan kurangnya skalabilitas. Sebuah arsitektur skalabel dapat dengan mudah ketika diperluas atau ditambah untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kinerja.



2. Arsitektur Two-tier

Dalam arsitektur klien/server dua lapis , antarmuka pengguna ditempatkan di lingkungan desktop dan sistem manajemen database. Biasanya dalam sebuah server, yang lebih kuat merupakan mesin yang menyediakan layanan bagi banyak klien. Pengolahan informasi dibagi antara sistem user interface lingkungan dan lingkungan server manajemen database.



3. Arsitektur Three-tier

Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan diantara sistem user interface lingkungan klien dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server.


sumber :

http://christinamoetz.blogspot.com/2012/09/di-lihat-dari-sisi-user-client-dan.html

http://ahmadsofwan14.blogspot.com/2011/11/arsitektur-telematika-kolaborasi-antara.html