1. Tanggungjawab
dan Wewenang
Bila ini
adalah suatu pilihan, kebanyakan dari kita akan memilih untuk memiliki wewenang
dari pada tanggungjawab. Ini adalah akibat dari terlalu ditekannya aspek kekuasaan
dari wewenang. Tetapi setiap wewenang yang kita miliki, berasal dari salah satu
atau lebih dari tiga sumber. Yang pertama adalah wewenang hukum yang
dilimpahkan kepada kita dari atasan kita dan terdiri dari hak untuk memerintah
atau bertindak dalam situasi tertentu. Dua sumber lainnya tidak dapat dianggap
sebagai betul-betul bersifat hukum tetapi yang pasti menguntungkan untuk
menyelesaikan sesuatu.
Wewenang
adalah aspek kunci dari setiap kedudukan manajerial. Manajer yang bekerja
dengan bawahan harus mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan urusan-urusan
melalui bawahan ini dengan menggunakan cara apa saja yang perlu, termasuk
kekuasaan untuk memerintah.
Tanggungjawab
adalah suatu kewajiban (obligation), atau mungkin juga menerima suatu kewajiban
untuk berprestasi. Kewajiban untuk berprestasi ini yang sering membuat wewenang
lebih disukai dari pada tanggungjawab.
Tidak
seperti wewenang tanggungjawab tidak dapat dilimpahkan meskipun kita sering
berbicara mengenai pelimpahan atau penugasan tanggungjawab. Kewajiban atai
aktivitas ditugaskan dan wewenang dilimpahkan. Tanggungjawab datang dari diri
bawahan itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar