Minggu, 20 Oktober 2013

Jagung Untuk Kemandirian Bangsa



Arifin Noor Sugiharto bukan sekedar petani jagung biasa, dia merupakan seorang peneliti jagung dan Dosen Fakultas Pertanian dan Ketua Laboratoruim Bioteknologi Budidaya Pertanian Universitas Brawijaya. Dedikasinya yang tinggi dalam dunia pertanian membuatnya mendapat gelar Master dan Doktor dari Universitas Kyushu, Jepang. Prestasi yang pernah ia lakukan adalah penemuan 6 varietas jagung unggul yang telah ia daftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian. Diantaranya varietas A2, B2, BIA3, KA11, KG1 dan JM POP4.
Semua penemuan varietas yang ia temukan memiliki keunggulan rasa yang lebih manis serta tahan penyakit  dan hama tanaman. Rencananya ia akan mendaftarkan 2 varietas jagung lagi yang baru-baru ini ia teliti yaitu varietas jagung ungu dan jagung ketan. Pada jagung ketan itu, kandungan senyawa yang merupakan salah satu penyusun pati hampir menyamai kandungan yang terdapat pada beras ketan, yaitu 93%. Jagung ketan juga sangat bermanfaat bagi peternakan sapi, karena bisa meningkatkan produksi susu sekitar 7%.
Motivasinya melakukan penelitian dan penemuan-penemuan baru terhadap varietas jagung karena mahalnya harga benih jagung dipasaran yang memberatkan para petani lokal. Benih jagung biasa dibeli petani dengan harga Rp 50.000/kg, sedangkan benih jagung manis termurah dibandrol dengan harga Rp 250.000 – 1.000.000/kg. Harga benih ini jelas mencekik para petani lokal. Padahal jika dilihat dari segi geografis, Jatim merupakan sentra benih unggul. Bahkan untuk benih jagung, Jatim mendominasi produksi Nasional. Hal ini disebabkan karena industri benih dikuasai oleh Perusahaan multinasional. Belum lagi serbuan jagung import yang mengurangi produktivitas jagung lokal.
Dampak positif dari hasil penelitiannya, kini petani mendapatkan kepastian harga dan keuntungan yang di dapat bisa lebih dari 200% jika dibandingkan menanam jagung secara mandiri. Varietas yang dihasilkan antara lain memiliki umur panen di daerah dingin 90 hari dan di daerah panas 85 hari. Dengan potensi hasil panen sekitar 14-16 ton per ha.
Kini penelitiannya di pusatkan pada varietas jagung ketan dan jagung ungu. Jagung ungu di taksir memiliki kandungan antosianin cukup tinggi dan baik untuk penderita kardiovaskular.

Sumber Referensi  :  Koran Media Indonesia (Jumat, 11 Oktober 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar