Minggu, 20 Oktober 2013

Penggunaan Bahasa Indonesia



Faktor – faktor yang mempengaruhi sempurna atau tidaknya sebuah tulisan :
  1. Ragam Bahasa
  2. Ejaan
  3. Diksi
  4. Kalimat
  5. Alinea & Pembangunya
  6. Kerangka Karangan
  7. Kutipan & Catatan kaki
  8. Abstraksi & Daftar Pustaka
Dari Segi Naratif :
Tujuan dari adanya faktor-faktor penentu diatas adalah supaya kita mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Baik secara lisan dan tulisan sebagai sarana penyampaian gagasan ilmiah.
Namun pada penerapannya tidak semua factor diatas mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia yang baik bagi masyarakat. Budaya globalisasi yang marak di lingkungan sekitar mendorong masyarakatnya untuk berbicara dan berperilaku sesuai dengan trend mode saat ini.
Ragam bahasa yang sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) kini jarang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Karena bahasa yang menggunakan EYD dianggap kuno dan ketinggalan jaman khususnya bagi masyarakat remaja saat ini. Cara penyampaian gagasan ilmiah yang tepat agar dapat dicerna masyarakat di era modern ini tidak lagi diperlukan pidato-pidato resmi. Mereka lebih tertarik pada ajakan-ajakan yang bersifat persuasifedengan menggunakan pendekatan yang mudah mereka pahami seperti seminar atau penyuluhan.
Selain cara penggunaan bahasa Indonesia secara lisan, ada juga penyampaian gagasan atau pemikiran-pemikiran dengan menggunakan tulisan. Dengan menggunakan media ini masih banyak para penulis dilingkungan masyarakat yang memperhatikan faktor-faktor penentu diatas sebagai acuan mereka dalam pembuatan sebuah karya dalam bentuk tulisan. Baik itu karya ilmiah, artikel atau karangan fiksi. Karena karya yang baik ditentukan dari pemilihan bahasa, struktur penulisan, ejaan dan pemilihan kalimat yang tepat agar pembaca dapat mengerti isi dari karangan yang telah ditulis oleh penulis.
Kutipan dan catatan kaki juga diperlukan sebagai bahan referensi pembaca dan menambah pengetahuan pembaca mengenai kata-kata asing yang baru mereka ketahui. Jadi tidak semua cara penyampaian gagasan atau pemikiran menggunakan ragam bahasa yang kaku dan resmi. Semua itu bergantung pada objek atau sasaran utama yang akan kita sampaikan. Walaupun ragam bahasa itu tidak semuanya mengarah pada penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun alangkah baiknya jika kita menyampaikan idea tau gagasan kita menggunakan pendekatan yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar