PENENTUAN
HARGA, PERMINTAAN DAN PENAWARAN
A. PERMINTAAN
Permintaan adalah sesuatu hal yang berupa barang atau jasa yang di
minati oleh pembeli dengan berbagai tingkat harga untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat social dalam pasar ekonomi.
Hukum Permintaan
Hukum permintaan adalah makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah
barang yang diminta dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak
jumlah barang yang diminta. Adanya kenaikan permintaan menyebabkan kenaikan
harga pada harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium. Penurunan permintaan
akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium.
Saat ini handphone ber-OS Android sedang trend dan banyak yang beli, tetapi
beberapa tahun mendatang mungkin Android sudah dianggap kuno.
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan
margarin akan turun permintaannya.
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang
dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan
mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau
membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan
sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri,
cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi
dibandingkan bulan lainnya.
Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, antara lain:
1. Permintaan Menurut Daya Beli
2. Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya
“Semakin tingi harga,
semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin
rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”
Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi
penawaran tidak berubah.
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan
membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak
mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan
adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga
memicu penurunan harga.
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented)
akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual
jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka
perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah
sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga
perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang
turun.
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen
akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan
permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan
diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual
lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
Apabila ditinjau dari jumlah barang yang
ditawarkan, penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1. Penawaran Individu
Penawaran individu adalah menawarkansejumlah
barang yang akan dijual oleh seorang
2. Penawaran Kolektif
Penawaran kolektif disebut juga
penawaran pasar. Penawaran kolektif adalah keseluruhan jumlah suatu barang yang
ditawarkan oleh penjual di pasar.
1. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
2. Mempertahankan perusahaan.
3. Meraih ROI (Return on Investment).
4. Menguasai Pangsa Pasar
5. Mempertahankan status quo
a. sasaran perusahaan
b. tahapan produk dalamproduct life cycle (daur ulang suatu produk)
c. kondisi persaingan.
Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya
langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan
bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang
dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas
barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan.
Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses
mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan
permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.
Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat
diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan
kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar
merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di
mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika
keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan
lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan
harga.
Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat
diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan
kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar
merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di
mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika
keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan
lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan
harga.
Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan adalah :
1. Perilaku Konsumen
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis
pengganti dan pelengkap
3. Pendapatan/Penghasilan konsumen
4. Perkiraan harga dimasa depan
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan
konsumen
6.
Intensitas
Kebutuhan Konsumen
Bila suatu barang atau jasa sangat dibutuhkan secara mendesak
dan dirasakan pokoknya oleh konsumen, maka jumlah permintaan akan mengalami
peningkatan.
Jenis Permintaan
Pada era yang modern saat ini semua teknologi dirancang sangat canggih
guna membantu distributor dan produsen memenuhi permintaan barang atau jasa
yang dibutuhkan masyarakat di pasar ekonomi. Namun persaingan yang cukup sulit
antara merk yang satu dengan merk yang lain membuat para produsen
berlomba-lomba membuat terobosan yang lebih efisien, murah dan lengkap bagi
konsumen mereka. Terkadang jumlah permintaan yang ditawarkan tidak sebanding
dengan banyaknya modal yang mereka keluarkan.
B. PENAWARAN
Penawaran adalah jumlah barang
atau jasa yang akan di produksi atau ditawarkan pada berbagai tingkat harga dan
waktu tertentu untuk dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial
dalam suatu pasar ekonomi.
Hukum Penawaran :
Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin
banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan
semakin sedikit. Dalam Hukum Penawaran jumlah barang
yang akan ditawarkan berbanding lurus dengan tingkat harga. Hukum Penawaran
hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan
tingkat harga. Dengan
demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:
Faktor yang mempengaruhi Penawaran:
1.
Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
2.
Tujuan Perusahaan
3.
Pajak
4.
Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
5.
Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Jenis Penawaran
penjual
ke konsumen secara langsung.
Teori penawaran dan permintaan dalam ilmu ekonomi
menggambarkan hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual
dari satu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan
harga dan kuantitas barang yang terjual di pasar. Model ini memperkirakan bahwa
dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang
antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh
produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas.
C. PENENTUAN HARGA KESEIMBANGAN
Harga
merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga
menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari
penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.
Tujuan Penentuan Harga :
Pendekatan Dalam Penentuan Harga :
·
Pendekatan supply dan demand
·
Pendekatan yang berorientasi ke
biaya
·
Pendekatan pasar
Ada
berbagai strategi penentuan harga yang bisa digunakan.
Pertimbangan-pertimbangan yang seringkali digunakan dalam strategi penentuan
harga yang dipakai adalah :
Beberapa
strategi yang bisa digunakan antara lain :
1. Skimming pricing: penentuan harga tinggi saat produk pertama memasuki
pasar.
2. Penetraling pricing: penentuan harga rendah untuk menembus pasar dan
mendapatkan pangsa pasar baru.
3. Odd pricing: penentuan harga dengan mengurangi sedikit dari jumlah
tertentu (misal: Rp 9.995)
4. Follow the leader pricing: penentuan harga didasarkan pada harga yang
ditentukan pemimpin pasar.
5. Price Lining: penentuan harga yang berbeda unutk tiap model produk
yang berbeda dan jenis produk tertentu
6. Relative Pricing: penentuan harga yang bisa jadi lebih besar, sama,
atau lebih kecil dari pesaing.
7. Psychological pricing: praktek pemasaran didasarkan pada teori bahwa
harga tertentu memiliki dampak psikologis.
8. Multiple unit pricing: Akan mendapatkan harga lebih murah jika membeli
dalam jumlah besar.
9. Leader Pricing : Menjual barang yang menarik di bawah harga pasar
10. Price discount: pemotongan berdasarkan persentase dari harga yang
telah ditetapkan.
Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan
atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik
pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan
kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli
(konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang
ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik
keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak
penjual dalam menentukan harga.
Penentuan Harga Keseimbangan (Eqilibrium Price)
SUMBER
REFERENSI :
http://ekhafr.blogspot.com/2012/03/penentuan-harga-permintaan-dan.html
Nama : Putri Citra Rahman
NPM : 15111639
Kelas : 2Ka 30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar